Senin, 28 Desember 2015

Menikmati Suasana Kawah Darajat Pass, Situ dan Candi Cangkuang Garut, Jawa Barat.




Menikmati Indahnya Suasana Kawah Darajat Pass, Situ dan Candi Cangkuang, Garut, Jawa Barat, dan menikmati kawasan Bandung,Jawa Barat 24-26 Desember 2015


Saya berlibur ke Garut,Jawa Barat bersama keluarga saya. Garut merupakan sebuah kotamadya/kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Pukul 22.20 saya berangkat dari Jakarta menuju Villa Greenhill Resort untuk check-in. Sebelumnya saya sudah melakukan reservasi terlebih dahulu untuk memastikan ketersediaan kamar tersebut penuh atau tidak.
Dari Jakarta menuju Garut menghabiskan waktu 15 jam lamanya. Kemacetan jalan tol dari Cikampek menuju Cileunyi dikarenakan volume kendaraan dari Jakarta terus bertambah. Bahkan jalur lingkar Nagreg menuju Garut pun macet dikarenakan sistem satu arah, agar tidak melonjaknya kendaraan dari arah Jakarta dan sekitarnya. Setelah jalan lancar, kami akhirnya memutuskan untuk rehat di villa hingga esok.

            Esok hari (24/12/15), pukul 16.45 kami pun melanjutkan perjalanan menuju Kawah Darajat Pass. Kawah Darajat Pass merupakan daerah wisata di Kabupaten Garut yang sangat indah. Darajat Pass selama ini memang menjadi sebuah pilihan favorit wisata bernuasa alam yang berada di bawah kaki Gunung Papandayan. Menuju Kawah Darajat Pass memakan waktu tempuh 1 jam dengan jarak 24km dari villa juga membuat daerah wisata ini mudah dijangkau.
            Kami datang kesana menggunakan mobil, dikenakan biaya melihat kawah tersebut sebesar Rp.125.000.00,./mobil. Wisata ini buka setiap hari jam 06.00 pagi hingga 18.00 sore. Jika kalian kesana, dijamin kalian akan merasakan sensasi yang luar biasa, dimana kalian bisa merasakan dinginnya udara pegunungan bercampur dengan wangi-wangi uap panas dan pemandian air panas di sekitar daerah ini.
            Setelah puas  menikmati suasana kawah tersebut, kami akhirnya kembali ke villa beristirahat hingga esok untuk mengunjungi wisata-wisata lainnya.


            (25/12/15) pagi harinya, kami pun bersiap-siap mengunjungi wisata Situ dan Candi Cangkuang. Situ dan Candi Cangkuang merupakan Candi Hindu yang terdapat di Kampung Pulo, wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut,Jawa Barat. Candi inilah juga yang pertama kali ditemukan di Tatar Sunda.
            Menuju Situ dan Candi Cangkuang membutuhkan waktu kurang lebih 1 setengah jam dari villa yang kami tempati. Wisata ini buka setiap hari dari pagi pukul 07.30 hingga sore pukul 17.00. Harga tiket masuk sangat murah, untuk dewasa dikenakan Rp. 5000 dan untuk anak-anak Rp.3000 saja.
            Untuk memasuki kawasan Candi tersebut, kami harus menyebrangi Situ Cangkuang menggunakan rakit hingga bisa sampai ke Candi tersebut. Pemandangannya sungguh indah, suasana tidak begitu sepi. Menyebrangi Situ Cangkuang tersebut ditempuh 15 menit saja. Akhirnya, sampai juga di Candi tersebut. Disana terdapat makam-makam keturunan dari Embah Dalem Arief Muhammad, sebuah makam kuno pemuka agama Islam yang dipercaya sebagai leluhur penduduk Desa Cangkuang, ada juga berbagai jajanan kecil dan oleh-oleh seperti tas rajut, sandal rajut, boneka, dan sebagainya.
            Setelah menikmati suasana Situ dan Candi Cangkuang, kami memutuskan untuk kuliner malam di Alun-alun kota Garut. Disana terdapat banyak jajanan kecil dan makanan besar. Jam 5 sore dari Candi Cangkuang menuju Alun-alun kota Garut ditempuh selama 1 setengah jam. Setelah kami makan malam, kami pun kembali ke villa untuk beres-beres barang bawaan kami, dikarenakan esoknya kami akan check-out dan melanjutkan perjalanan menuju Bandung,Jawa Barat.

            (26/12/15) pukul 10.00 pagi, kami sudah meninggalkan villa. Sebelum kami menuju Jakarta, kami memutuskan untuk berkeliling kota Bandung untuk berkeliling saja. Sepanjang perjalanan, kami melihat pemandangan bukit, sawah, jalanan, dan pegunungan sekitar Garut. Sangat indah sekali. Sebelum masuk Tol Cileunyi, ibu saya membeli oleh-oleh khas Garut. Yaitu dodol garut, alpukat, kecap khas Garut, dll.
Setelah beli oleh-oleh, saya dan keluarga saya langsung memasuki Jalan Tol Cileunyi. Ditempuh dengan jarak 35km selama 2 jam lamanya, lalu keluar Pasteur. Sesampainya keluar Tol Pasteur, tiba-tiba macet sangat panjang sekali. Penyebab kemacetan tersebut ialah antrian gerbang tol Pasteur yang menuju Kota Bandung.
Wah, kota kembang ini macetnya sangat parah. Akhirnya kami tidak jadi berkeliling, kami pun mencari masjid di sekitar kota Bandung untuk menjamak sholat dzuhur dan ashar. Lalu kami melanjutkan makan siang. Kami memesan beberapa makanan dan minuman untuk disantap sejenak dan diselingi canda tawa.
Setelah makan siang dan menjamak sholat, kami pun kembali ke Jakarta. Ditempuh selama 8 jam untuk arus balik dari Bandung menuju Jakarta. Liburan tahun ini adalah liburan yang terindah untuk saya. Tetapi apa daya saya tidak bisa menikmati liburan lebih lama ini dikarenakan waktu yang bersamaan dengan habisnya masa liburan dan juga kesibukan orangtua saya.
Mungkin saya akan kembali lagi ke kota Garut untuk menikmati lebih banyak objek wisata yang ada disini yang belum saya kunjungi dan yang belum saya ketahui tentang sejarahnya.