Menikmati Indahnya
Suasana Kawah Darajat Pass, Situ dan Candi Cangkuang, Garut, Jawa Barat, dan
menikmati kawasan Bandung,Jawa Barat 24-26 Desember 2015

Saya berlibur ke Garut,Jawa Barat bersama
keluarga saya. Garut merupakan sebuah kotamadya/kabupaten di Provinsi Jawa
Barat. Pukul 22.20 saya berangkat dari Jakarta menuju Villa Greenhill Resort
untuk check-in. Sebelumnya saya sudah melakukan reservasi terlebih dahulu untuk
memastikan ketersediaan kamar tersebut penuh atau tidak.
Dari Jakarta menuju Garut menghabiskan
waktu 15 jam lamanya. Kemacetan jalan tol dari Cikampek menuju Cileunyi
dikarenakan volume kendaraan dari Jakarta terus bertambah. Bahkan jalur lingkar
Nagreg menuju Garut pun macet dikarenakan sistem satu arah, agar tidak melonjaknya kendaraan dari arah Jakarta
dan sekitarnya. Setelah jalan lancar, kami akhirnya memutuskan untuk rehat di
villa hingga esok.

Esok hari (24/12/15), pukul 16.45
kami pun melanjutkan perjalanan menuju Kawah Darajat Pass. Kawah Darajat Pass
merupakan daerah wisata di Kabupaten Garut yang sangat indah. Darajat Pass
selama ini memang menjadi sebuah pilihan favorit wisata bernuasa alam yang
berada di bawah kaki Gunung Papandayan. Menuju Kawah Darajat Pass memakan waktu
tempuh 1 jam dengan jarak 24km dari villa juga membuat daerah wisata ini mudah
dijangkau.
Kami datang kesana menggunakan
mobil, dikenakan biaya melihat kawah tersebut sebesar Rp.125.000.00,./mobil. Wisata
ini buka setiap hari jam 06.00 pagi hingga 18.00 sore. Jika kalian kesana,
dijamin kalian akan merasakan sensasi yang luar biasa, dimana kalian bisa
merasakan dinginnya udara pegunungan bercampur dengan wangi-wangi uap panas dan
pemandian air panas di sekitar daerah ini.
Setelah puas menikmati suasana kawah tersebut, kami
akhirnya kembali ke villa beristirahat hingga esok untuk mengunjungi
wisata-wisata lainnya.




(25/12/15)
pagi harinya, kami pun bersiap-siap mengunjungi wisata Situ dan Candi
Cangkuang. Situ dan Candi Cangkuang merupakan Candi Hindu yang terdapat di Kampung
Pulo, wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut,Jawa Barat. Candi inilah juga
yang pertama kali ditemukan di Tatar Sunda.
Menuju
Situ dan Candi Cangkuang membutuhkan waktu kurang lebih 1 setengah jam dari
villa yang kami tempati. Wisata ini buka setiap hari dari pagi pukul 07.30
hingga sore pukul 17.00. Harga tiket masuk sangat murah, untuk dewasa dikenakan
Rp. 5000 dan untuk anak-anak Rp.3000 saja.
Untuk
memasuki kawasan Candi tersebut, kami harus menyebrangi Situ Cangkuang
menggunakan rakit hingga bisa sampai ke Candi tersebut. Pemandangannya sungguh
indah, suasana tidak begitu sepi. Menyebrangi Situ Cangkuang tersebut ditempuh
15 menit saja. Akhirnya, sampai juga di Candi tersebut. Disana terdapat
makam-makam keturunan dari Embah Dalem Arief Muhammad, sebuah makam kuno pemuka
agama Islam yang dipercaya sebagai leluhur penduduk Desa Cangkuang, ada juga
berbagai jajanan kecil dan oleh-oleh seperti tas rajut, sandal rajut, boneka,
dan sebagainya.
Setelah
menikmati suasana Situ dan Candi Cangkuang, kami memutuskan untuk kuliner malam
di Alun-alun kota Garut. Disana terdapat banyak jajanan kecil dan makanan
besar. Jam 5 sore dari Candi Cangkuang menuju Alun-alun kota Garut ditempuh
selama 1 setengah jam. Setelah kami makan malam, kami pun kembali ke villa
untuk beres-beres barang bawaan kami, dikarenakan esoknya kami akan check-out
dan melanjutkan perjalanan menuju Bandung,Jawa Barat.





(26/12/15)
pukul 10.00 pagi, kami sudah meninggalkan villa. Sebelum kami menuju Jakarta,
kami memutuskan untuk berkeliling kota Bandung untuk berkeliling saja. Sepanjang
perjalanan, kami melihat pemandangan bukit, sawah, jalanan, dan pegunungan
sekitar Garut. Sangat indah sekali. Sebelum masuk Tol Cileunyi, ibu saya
membeli oleh-oleh khas Garut. Yaitu dodol garut, alpukat, kecap khas Garut,
dll.
Setelah beli oleh-oleh,
saya dan keluarga saya langsung memasuki Jalan Tol Cileunyi. Ditempuh dengan
jarak 35km selama 2 jam lamanya, lalu keluar Pasteur. Sesampainya keluar Tol
Pasteur, tiba-tiba macet sangat panjang sekali. Penyebab kemacetan tersebut
ialah antrian gerbang tol Pasteur yang menuju Kota Bandung.
Wah, kota kembang ini
macetnya sangat parah. Akhirnya kami tidak jadi berkeliling, kami pun mencari
masjid di sekitar kota Bandung untuk menjamak sholat dzuhur dan ashar. Lalu kami
melanjutkan makan siang. Kami memesan beberapa makanan dan minuman untuk
disantap sejenak dan diselingi canda tawa.
Setelah makan siang dan
menjamak sholat, kami pun kembali ke Jakarta. Ditempuh selama 8 jam untuk arus
balik dari Bandung menuju Jakarta. Liburan tahun ini adalah liburan yang
terindah untuk saya. Tetapi apa daya saya tidak bisa menikmati liburan lebih
lama ini dikarenakan waktu yang bersamaan dengan habisnya masa liburan dan juga
kesibukan orangtua saya.
Mungkin saya akan kembali
lagi ke kota Garut untuk menikmati lebih banyak objek wisata yang ada disini
yang belum saya kunjungi dan yang belum saya ketahui tentang sejarahnya.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar